Situs resmi Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA Universitas Padjadjaran (since 2015)

Kansai : Ayam atau Elang ?

 

Assalamu’alaikum. Halo akang teteh semuaa !! J Gimana kabar semester barunya nih ? Makin berkesan dong pastinya hehe. Kalau kabar jasmani dan rohaninya gimana ? Semoga semakin baik dan semakin meningkat yaahhh

Nahh di Himacorner kali ini kita akan kembali mengulas nih seputar materi yang disampaikan pada Kansai ke-3 di tahun ini, lebih tepatnya pada hari Rabu kemarin, tanggal 20 September 2017. Jadi, untuk akang teteh yang belum sempat menghadirinya, jangan takut ketinggalan informasi dan wawasan keagamaannya yahh!! Yuk sama-sama kita tingkatkan wawasan kita.

“Ayam atau Elang ?”. Ya, itulah tema yang diangkat untuk Kansai yang ketiga ini dan dibawakan dengan menarik oleh kang Faris. Sebelumnya, yuk kita kenali judulnya. Elang..dan ayam ? bedanya apa ? Jelas dong yah mereka ialah dua hewan yang berbeda, yang satu dapat terbang tinggi dan memiliki mata yang tajam sehingga menjadi predator tingkat atas, yang satu lagi justru kebalikan dari yang satunya. Dari hal tersebut, kita dapat melihat bahwa setiap ciptaan Allah SWT pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, hanya tinggal tergantung pada diri sendiri, bagaimana cara memanfaatkan kelebihan dan menutupi kekurangan. Terutama manusia, kita diciptakan sebagai umat yang paling sempurna, dengan kelebihan akal yang dapat membuat kita berpikir dan berkarya.

Sehubungan dengan tema, kita sebagai manusia diciptakan bagaikan elang yang dapat melihat dunia dengan pandangan yang luas dan kekuatan yang kuat. Namun dapatkah kita menyadarinya bahwa kita justru terkadang terlihat bagaikan seekor ayam. Mengapa demikian ? Secara tidak sengaja kita mempersempit pandangan kita, hanya mengikuti kesenangan pribadi dan mengabaikan hal lainnya, serta hidup dengan berjalan perlahan, takut akan batu kecil yang nantinya akan membuat kita terjatuh saat berlari, padahal kekuatan yang kita miliki dapat membuat kita bangkit kembali dan melempar ataupun menghancurkan batu tersebut. Jika kita melihat di belahan dunia lain, orang terlihat berlomba-lomba untuk berkarya, membuat suatu hal yang baru. Ada juga yang berperang membela agama dan negaranya. Sekarang mari kita berpikir sejenak, apakah mereka yang terlihat sangat luar biasa ? Atau, kita yang hanya berdiam diri dan nyaman dalam posisi sebagai ayam sehingga kita terlihat biasa-biasa saja ? Jawabannya tergantung pada pribadi kita masing-masing. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita untuk sadar akan nikmat yang sudah diberikan kepada kita dan memanfaatkannya di jalan yang benar. Mari menjadi bertransformasi menjadi elang dan jadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan dan orang disekitar kita.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *